Berita & Artikel
Dapatkan informasi terbaru, artikel menarik, serta liputan berbagai kegiatan inspiratif yang terjadi di lingkungan SMA Plus Wordova.
Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Warga Yayasan Mabadiul Ihsan – Daar Al Ihsan Gelar Pengajian Bersama
BANYUWANGI – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti seluruh warga Yayasan Mabadiul Ihsan – Daar Al Ihsan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Ratusan warga yayasan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP dan SMA Plus Cordova, MTS dan MA Mabadiul Ihsan hingga SMK Cordova, berkumpul dalam satu tujuan mulia: memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan penuh cinta dan keteladanan. Kegiatan tahunan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan momen strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada seluruh peserta didik dan tenaga pendidik. Kebersamaan seluruh warga yayasan dalam acara tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW. Inspirasi Ustaz Alil Wafa Puncak acara peringatan Maulid Nabi diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustaz Alil Wafa, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk tidak sekadar merayakan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan sunnah-sunnah beliau dalam setiap aspek kehidupan. Beliau menyampaikan berbagai nasihat dan keteladanan Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para pelajar dan pendidik.Beliau juga menyoroti pentingnya menjadikan akhlak Nabi sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu, terutama di era modern yang penuh dengan berbagai tantangan dan godaan. Melalui peringatan Maulid Nabi, seluruh warga Yayasan Mabadiul Ihsan – Daar Al Ihsan diajak untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, dan sifat-sifat mulia beliau dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan pendidikan.Nasihat Maulid Sangat BerkesanSalah satu peserta yang tampak serius menyimak jalannya pengajian adalah Deven Pranadygtia Muskawirya, siswa SMA Plus Cordova. Bagi Deven, momen Maulid Nabi kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan berbeda dari peringatan sebelumnya."Saya sangat terkesan dengan nasihat-nasihat yang disampaikan Ustaz Alil Wafa dalam acara ini. Beliau tidak hanya bercerita tentang sejarah Nabi, tetapi juga memberikan contoh-contoh nyata bagaimana kami sebagai pelajar bisa menerapkan sifat sabar, disiplin, dan rendah hati di sekolah maupun di rumah. Ini benar-benar membuka mata saya bahwa meneladani Rasul itu bukan sekadar teori, tapi harus kita praktikkan setiap hari," ungkap Deven dengan penuh semangat.Siswa SMA Plus Cordova ini juga mengaku termotivasi untuk lebih giat belajar, menjaga sikap terhadap guru, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi teman-teman dan lingkungan sekitarnya. Maulid yang Spesial Tidak hanya siswa, para pendidik juga merasakan atmosfer spiritual yang kuat dalam peringatan Maulid tahun ini. Vita Rohmatin, salah seorang guru SMA Plus Cordova, menilai bahwa penyelenggaraan acara pada bulan Agustus memberikan energi tersendiri."Acara semarak Maulid Nabi tahun ini terasa sangat spesial karena masih berada di bulan kemerdekaan, yaitu bulan Agustus. Kami bisa menyelaraskan semangat perjuangan para pahlawan dengan semangat perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran. Ini menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak didik kami, khususnya di SMA Plus Cordova, bahwa cinta tanah air dan cinta kepada Rasul itu tidak bertentangan, justru saling menguatkan," tutur Vita Rohmatin dengan penuh haru.Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin yang menghidupkan nilai-nilai spiritual di lingkungan yayasan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan hingga akhir.Komitmen YayasanPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Mabadiul Ihsan – Daar Al Ihsan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. Dengan melibatkan seluruh elemen — dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa — yayasan terus mengupayakan lingkungan pendidikan yang islami, inklusif, dan inspiratif. Dengan semangat meneladani Rasulullah SAW, keluarga besar Yayasan Mabadiul Ihsan – Daar Al Ihsan terus berkomitmen menjadikan pendidikan tidak hanya sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pijakan untuk terus berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. (Risfi)
Baca Selengkapnya
SISWA BERPRESTASI SMA PLUS CORDOVA
Dalam prakteknya, kunci sukses dapat dipraktekkan dengan memposisikan doa sebagai langkah pertama, karena "usaha tanpa doa itu sombong" apapun yang kita lakukan saat ini merupakan kehendak dari yang maha kuasa. Untuk itu kita harus senantiasa memanjatkan doa nanti allah kabulkan. رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ Kedua ialah berusaha karena "berdoa tanpa berusaha itu adalah bohong" usahakanlah apa saja hal yang kita inginkan didunia ini. وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَKetiga ialah cita-cita. Setiap manusia didunia pasti memiliki keinginan, tujuan dan harapan. Karena katanya, Bercita-citalah setinggi langit karena kalau kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang.Dan yang terakhir ialah Alat yang dalam hal ini dimaksudkan Sarana prasarana. SMA PLUS CORDOVA merupakan lembaga pendidikan berbasis internasional, islamic dan Intercultural. dapat menjadi Sarana dan prasarana yang tepat untuk meraih kesuksesan.
Baca Selengkapnya
Siswa SMA Plus Cordova Berprestasi, Jadi Paskibra Kecamatan Tegalsari dan Yayasan
Banyuwangi – Kabar membanggakan datang dari SMA Plus Cordova. Sebanyak 11 siswa berhasil dipercaya menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81. Dari 11 siswa tersebut, 4 di antaranya lolos seleksi ketat dan menjadi anggota Paskibra Kecamatan Tegalsari. Mereka adalah M. Alvin Revananda, Afan Maulana, Ahmad Muhajir, dan Moh. Wildan. Sementara 7 siswa lainnya mendapat kepercayaan menjadi Paskibra Yayasan. Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Para siswa harus melewati proses panjang, mulai dari seleksi calon anggota, latihan baris-berbaris, pembentukan mental dan fisik, hingga pemantapan akhir. Semua dijalani dengan penuh kedisiplinan dan semangat.Di tingkat kecamatan, keempat siswa SMA Plus Cordova bahkan dipercaya mengemban peran penting. Mereka terlibat dalam Tim 8 pengibar bendera hingga posisi pemimpin pasukan. Ini membuktikan bahwa kualitas dan tanggung jawab mereka diakui. Rasa Syukur Afan Maulana, salah satu siswa yang lolos menjadi Paskibra Kecamatan Tegalsari, mengaku sangat bersyukur. Baginya, ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. "Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari Paskibra Kecamatan Tegalsari. Semua rasa lelah saat latihan, panas-panasan, dan pengorbanan waktu terbayar lunas. Saat bendera berkibar, rasanya merinding. Saya bangga bisa berkontribusi untuk negara," ujar Afan. Afan juga menceritakan bahwa latihan Paskibra mengajarkannya banyak hal. Selain fisik yang kuat, ia belajar tentang kerja sama, kesabaran, dan pantang menyerah. Meski harus membagi waktu dengan kegiatan belajar di SMA Plus Cordova yang padat, semuanya bisa dijalani dengan baik. Apresiasi Sekolah Kepala SMA Plus Cordova, Fuad Nirwantoro, mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak didiknya. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa generasi muda masih memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. "Saya sangat bangga terhadap semua siswa yang berhasil menjadi paskibra, baik di Kecamatan Tegalsari maupun di Paskibra Yayasan. Keterlibatan mereka ini merupakan bukti nyata bahwa rasa nasionalisme masih tumbuh subur di kalangan anak-anak Gen Z," ungkap Fuad. Fuad menambahkan, sebagai School of Sains, SMA Plus Cordova tidak hanya fokus pada akademik. Pihaknya ingin mencetak generasi yang seimbang, unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki karakter dan jiwa cinta tanah air. "Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya pintar di kelas. Melalui Paskibra, mereka belajar disiplin, kepemimpinan, dan mencintai Indonesia. Ini sejalan dengan motto kami, 'Survive Morals, Global Intellectual'," tegasnya. Keterlibatan dalam Paskibra memang bukan sekadar seremoni. Ini adalah proses pembentukan karakter yang mengajarkan kerja sama, ketepatan waktu, dan kekompakan. Nilai-nilai ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan para siswa. Dengan prestasi ini, SMA Plus Cordova semakin membuktikan diri sebagai School of Sains yang tidak hanya melahirkan siswa cerdas, tetapi juga generasi berkarakter dan cinta tanah air. Selamat kepada para pahlawan muda pengibar bendera! (Risfi)
Baca Selengkapnya
MPLS Ramah SMA Plus Cordova, Anti Bullying dan Vape
Tiga hari penuh keceriaan. Itulah yang terasa dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Plus Cordova. Kegiatan yang berlangsung 16-18 Juli 2026 ini mengusung tema besar: MPLS Ramah. Bebas bullying. Anti rokok dan vape .Upacara pembukaan digelar di aula atas, dihadiri seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Ponpes Mabadiul Ihsan Darul Ihsan. Suasana khidmat namun tetap hangat. Kepala Sekolah SMA Plus Cordova, Fuad Nirwantoro, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya merancang kegiatan yang benar-benar berbeda."MPLS 2026 kami desain agar ramah dan menyenangkan. Tidak ada ruang untuk perpeloncoan. Kami ingin anak-anak merasa aman sejak hari pertama," ujarnya.Materi yang disampaikan pun menarik dan interaktif. Mulai dari Wawasan Wiyata Mandala, kepemimpinan, literasi digital, hingga tata tertib dan visi misi sekolah. Yang paling ditekankan adalah pengembangan diri dan budaya positif sekolah, serta cara pencegahan bullying .Salah satu peserta, M. Wildan Aminin, mengaku sangat menikmati setiap sesi. "Saya jadi lebih kenal lingkungan sekolah. Saya lebih tahu tentang visi misi, budaya positif, dan tata tertib yang berlaku di sini," katanya dengan antusias.Alhamdulillah, MPLS tahun ini berjalan lancar. Anak-anak mengaku tidak ada perlakuan yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang mengarah pada bullying. SMA Plus Cordova di Jalan K.H. Achmad Musayyidi, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi ini membuktikan bahwa pengenalan sekolah bisa dilakukan dengan cara yang ramah dan inspiratif . Selamat bergabung, siswa baru!
Baca Selengkapnya
SMA Plus Cordova Gelar Raker Tahun Pelajaran 2026/2027
Sebuah kapal besar tidak akan sampai tujuan hanya karena mesinnya perkasa. Ia butuh peta dan kompas yang disepakati bersama. Di situlah letak pentingnya Rapat Kerja (Raker) SMA Plus Cordova yang digelar pada 3–4 Juli 2026.Bertempat di Ruang Guru, Raker Tahun Pelajaran 2026/2027 ini menjadi denyut nadi perjalanan setahun ke depan. Dua hari penuh makna itu membahas program kerja unggulan sekolah serta rencana strategis para Wakil Kepala Sekolah, mulai dari Bidang Kurikulum, Kesiswaan, hingga Sarana dan Prasarana.Kepala Sekolah membuka layar diskusi dengan memaparkan visi besar. Jika dulu sekolah hanya bicara nilai, kini SMA Plus Cordova menegaskan komitmennya untuk mencetak siswa yang tidak hanya pintar, tapi juga tangguh di medan kehidupan. Selepas itu, dilakukan penyerahan SK Struktur Organisasi. Ini bukan seremoni biasa, melainkan penyerahan obor estafet kepada para pemimpin bidang.Sesi paling hidup terjadi saat pleno. Di meja bundar itu, ide beradu, target dibidik, dan semua rencana dibedah secara gamblang dan realistis. Suasana Raker berlangsung khidmat dan teratur, penuh orkestrasi gagasan yang harmonis. Tidak ada suara sumbang, yang ada hanyalah satu frekuensi: memberikan pendidikan terbaik.Di tengah diskusi, Fuad Nirwantoro menyampaikan harapannya dengan penuh ketulusan. Ia berharap Raker ini berjalan lancar dan hasilnya mampu membawa SMA Plus Cordova semakin maju. “Ini soal masa depan anak-anak kita,” begitu pesannya, mengingatkan bahwa Raker bukan sekadar agenda seremonial.Kini, udara di Ruang Guru telah berubah menjadi bahan bakar. Program kerja yang disepakati adalah acuan suci, janji para pendidik bahwa setiap kegiatan selama tahun pelajaran ini lahir dari perencanaan matang yang digodok dengan cinta. Raker SMA Plus Cordova bukanlah akhir, melainkan start sempurna menuju peningkatan kualitas sekolah. (P. Al)*
Baca Selengkapnya
Siswa SMA Plus Cordova Ikuti Gelaran Bincang Edukasi Jejak Langkah Kuliah di China
SMA Plus Cordova kembali menghadirkan ruang inspirasi bagi para siswanya. Kali ini, Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan menjadi saksi gelaran Bincang Edukasi bertajuk “Jejak Langkah di China”.Suasana pagi itu, 22 Juli 2026 terasa berbeda. Para siswa kelas 12 SMA Plus Cordova dan kelas 9 CIC SMP Plus Corodova tampak antusias. Mereka ingin mendengar langsung kisah seorang pemuda Banyuwangi yang sedang menimba ilmu di negeri Tirai Bambu.Adalah Mohamad Diyaul Haq Shofiyullah. Pemuda yang akrab disapa Kak Yasha ini merupakan mahasiswa Northwest Polytechnical University (NPU) Xi’an. Ia sudah tiga tahun menetap di China. Berangkat sejak 2023.Kak Yasha membuka cerita dengan alasan kuat memilih China.“Teknologi China paling maju. Bahkan hampir mengalahkan Amerika,” ujarnya di depan para siswa SMA Plus Cordova.Bukan hanya bicara soal kecanggihan. Ia juga mengungkap bahwa pemerintah China sangat mendorong inovasi. Warga lokal dan mahasiswa internasional sama-sama difasilitasi. Suasana ini membuat semangat belajarnya terus menyala.Namun, ada alasan lain yang lebih praktis. Biaya kuliah di China lebih rendah dari Australia atau Eropa. Padahal, kualitasnya tidak kalah bergengsi.“Kampusnya bagus, biayanya lebih terjangkau,” tambahnya.Selama di China, Kak Yasha merasa berkembang pesat. Ia tidak hanya mendapat ilmu teknis. Jejaring internasional yang ia bangun sangat berharga. Koneksi dari berbagai negara memperkaya wawasannya.Soal persyaratan, ia meyakinkan semua siswa bahwa jalan itu terbuka lebar. Syarat beasiswa ke China tidaklah rumit. Skor TOEFL cukup 500. IELTS hanya 5,5. Jauh lebih rendah dibanding syarat ke Eropa atau Australia.“Transkrip rapor, ijazah, SKL, dan motivation letter. Itu saja,” jelasnya ringan.Ia berharap makin banyak pemuda Banyuwangi menyusul jejaknya. Terutama para siswa SMA Plus Cordova yang hadir saat itu.Harapan itu langsung mendapat sambutan hangat. Aswin Fahreza, salah satu siswa SMA Plus Cordova, tak bisa menyembunyikan semangatnya. Matanya berbinar.“Acaranya asik. Saya jadi tahu kalau kampus-kampus di China sudah sangat maju dan bergengsi,” tuturnya penuh antusias.Baginya, kuliah di China bukan lagi sekadar mimpi. Semua kini terasa begitu dekat dan menjanjikan untuk masa depan.Gelaran Bincang Edukasi ini menjadi penegas komitmen SMA Plus Cordova. Sekolah ini terus menghubungkan para siswa dengan wawasan global. Mimpi menaklukkan dunia tidak lagi berhenti di perbatasan. Bagi siswa SMA Plus Cordova, langkah ke China kini tinggal menunggu waktu keberangkatan.
Baca Selengkapnya
SLC SMA Plus Cordova Panggung Refleksi yang Lebih Jujur dari Sekadar Angka
Ada pelajaran yang tak bisa dituliskan dengan tinta. Pelajaran itu lahir dari keberanian bercermin, mengakui luka karena gagal, lalu berdiri lagi dengan mimpi yang lebih jernih. Pelajaran itulah yang bergema di SMA Plus Cordova, dalam gelaran Student Learning Conference atau SLC.Di ruang kelas yang biasanya sunyi saat pembagian rapor, kali ini mengalun suara-suara muda. Bukan meratapi angka, melainkan menarasikan proses. Para siswa SMA Plus Cordova bercerita tentang jatuh bangun mereka dalam memahami rumus, tentang kerja tim yang nyaris kandas, tentang karya yang lahir dari tangan dan hati.Fuad Nirwantoro selaku Kepala SMA Plus Cordova, memandang SLC sebagai investasi karakter. "Kita sering terjebak pada angka. Padahal proses adalah guru sesungguhnya. SLC mengajarkan anak-anak bahwa kegagalan hari ini adalah cerita berharga untuk langkah esok," ujarnya teduh.Muhimatul Khoiroh, Ketua Panitia menambahkan bahwa SLC tahun ini menghadirkan metamorfosis. "Anak-anak bukan lagi sekadar penerima rapor. Mereka adalah pencipta makna. Mini film, miniatur rumah adat, ebook puisi, semua itu adalah jejak perjalanan jiwa. Prestasi olimpiade memang membanggakan, tapi kejujuran mengakui kelemahan justru lebih bercahaya."Siti Laras Afifah, seorang ibu, menemukan mutiara di balik acara ini. "Anak saya berbicara tentang kegelisahan yang tak pernah ia ungkap. Tentang cita-cita yang ia rawat diam-diam. Di situlah saya sadar, SLC adalah jembatan hati. SCL menyambung yang lama terputus," katanya lirih.SLC di SMA Plus Cordova bukan sekadar acara seremonial. SCL adalah napas panjang pendidikan yang mengembalikan hakikat belajar untuk tetap bisa mendengarkan suara hati sendiri. Sebab pada akhirnya, bukan angka rapot yang akan dikenang, melainkan proses menjadi manusia yang utuh. Dan di SMA Plus Cordova, proses itu dimulai dengan satu keberanian sederhana yaitu jujur pada diri sendiri dan bertanggung jawab pada proses.
Baca Selengkapnya
SMA Plus Cordova Banyuwangi Gelar Capacity Building Cetak Siswa Mandiri dan Berakhlak
Begitu masuk gerbang SMA Plus Cordova Banyuwangi pagi itu, Senin 13 Juli 2026, suasananya sudah berbeda. Tidak ada baris-berbaris kaku. Yang ada adalah geliat capacity building siswa. Sebuah program yang langsung menyasar inti pendidikan, yaitu karakter.Seluruh siswa wajib ikut. Materinya padat, mulai dari kepemimpinan, kerja sama tim, hingga motivasi belajar. Semua dikemas interaktif, edukatif, dan inspiratif. Tagline besar mereka berbunyi Membangun Karakter, Menguatkan Kolaborasi, dan Mencetak Generasi Unggul Menuju Masa Depan Gemilang.Saya temui langsung Fuad Nirwantoro, Kepala SMA Plus Cordova. Ia bicara lugas tanpa basa-basi. “Ini fondasi. Kami ingin siswa kami mandiri, disiplin, dan punya akhlakul karimah. Tiga hal itu tidak bisa ditawar. Capacity building ini pembiasaan positif yang akan kami jaga terus,” katanya tegas.Lalu saya cari siswanya. Afan Maulana Azidan, salah satu peserta, menjawab pertanyaan saya dengan jujur. “Manfaatnya besar. Saya belajar disiplin dan kemandirian dengan cara yang seru. Tidak membosankan. Materinya asyik dan menyenangkan,” ujarnya.Jadi beginilah SMA Plus Cordova Banyuwangi bekerja. Tidak banyak retorika. Langsung action membentuk generasi unggul. Sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bukan pelengkap, melainkan fondasi utama menuju masa depan gemilang.
Baca Selengkapnya
Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Kelas X dan XI Tahun Ajaran 2025/2026 Berjalan Lancar
Dalam rangka mengakhiri proses pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, sekolah melaksanakan kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) bagi seluruh peserta didik Kelas X dan XI. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik selama satu tahun pembelajaran.Pelaksanaan PSAT berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat. Seluruh peserta didik mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Berbagai mata pelajaran diujikan sebagai bentuk evaluasi terhadap capaian pembelajaran yang telah dipelajari selama Semester Ganjil dan Semester Genap.Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta didik dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya serta memperoleh hasil yang optimal sebagai gambaran perkembangan akademik selama satu tahun ajaran. Selain menjadi sarana evaluasi, PSAT juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengukur kesiapan diri dalam menghadapi jenjang pembelajaran berikutnya.Pihak sekolah mengapresiasi seluruh peserta didik, guru, panitia, dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan PSAT Tahun Ajaran 2025/2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sukses. Semoga hasil yang diperoleh dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas pembelajaran di masa mendatang.
Baca Selengkapnya