Siswa SMA Plus Cordova Ikuti Gelaran Bincang Edukasi Jejak Langkah Kuliah di China
SMA Plus Cordova kembali menghadirkan ruang inspirasi bagi para siswanya. Kali ini, Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan menjadi saksi gelaran Bincang Edukasi bertajuk “Jejak Langkah di China”.
Suasana pagi itu, 22 Juli 2026 terasa berbeda. Para siswa kelas 12 SMA Plus Cordova dan kelas 9 CIC SMP Plus Corodova tampak antusias. Mereka ingin mendengar langsung kisah seorang pemuda Banyuwangi yang sedang menimba ilmu di negeri Tirai Bambu.
Adalah Mohamad Diyaul Haq Shofiyullah. Pemuda yang akrab disapa Kak Yasha ini merupakan mahasiswa Northwest Polytechnical University (NPU) Xi’an. Ia sudah tiga tahun menetap di China. Berangkat sejak 2023.
Kak Yasha membuka cerita dengan alasan kuat memilih China.
“Teknologi China paling maju. Bahkan hampir mengalahkan Amerika,” ujarnya di depan para siswa SMA Plus Cordova.
Bukan hanya bicara soal kecanggihan. Ia juga mengungkap bahwa pemerintah China sangat mendorong inovasi. Warga lokal dan mahasiswa internasional sama-sama difasilitasi. Suasana ini membuat semangat belajarnya terus menyala.
Namun, ada alasan lain yang lebih praktis. Biaya kuliah di China lebih rendah dari Australia atau Eropa. Padahal, kualitasnya tidak kalah bergengsi.
“Kampusnya bagus, biayanya lebih terjangkau,” tambahnya.
Selama di China, Kak Yasha merasa berkembang pesat. Ia tidak hanya mendapat ilmu teknis. Jejaring internasional yang ia bangun sangat berharga. Koneksi dari berbagai negara memperkaya wawasannya.
Soal persyaratan, ia meyakinkan semua siswa bahwa jalan itu terbuka lebar. Syarat beasiswa ke China tidaklah rumit. Skor TOEFL cukup 500. IELTS hanya 5,5. Jauh lebih rendah dibanding syarat ke Eropa atau Australia.
“Transkrip rapor, ijazah, SKL, dan motivation letter. Itu saja,” jelasnya ringan.
Ia berharap makin banyak pemuda Banyuwangi menyusul jejaknya. Terutama para siswa SMA Plus Cordova yang hadir saat itu.
Harapan itu langsung mendapat sambutan hangat. Aswin Fahreza, salah satu siswa SMA Plus Cordova, tak bisa menyembunyikan semangatnya. Matanya berbinar.
“Acaranya asik. Saya jadi tahu kalau kampus-kampus di China sudah sangat maju dan bergengsi,” tuturnya penuh antusias.
Baginya, kuliah di China bukan lagi sekadar mimpi. Semua kini terasa begitu dekat dan menjanjikan untuk masa depan.
Gelaran Bincang Edukasi ini menjadi penegas komitmen SMA Plus Cordova. Sekolah ini terus menghubungkan para siswa dengan wawasan global. Mimpi menaklukkan dunia tidak lagi berhenti di perbatasan. Bagi siswa SMA Plus Cordova, langkah ke China kini tinggal menunggu waktu keberangkatan.